Kemarin, saya sempat mengobrol dengan seorang teman. Teman yang sudah saya kenal (baik) dalam dua tahun terakhir ini. Ia mencurahkan sedikit kegundahan yang dialaminya. Mungkin ia punya sedikit rasa kepercayaan kepada saya, hingga ia mau berbagi dengan saya. Namun inti dari semua ini bukanlah tentang seorang teman tadi. Biarkanlah saya dan memori diotak saya menyimpannya dalam2 tentang apa yang dilanda seorang teman saya itu.
Diakhir pembicaraan, saya sempat bergumam “mengapa dalam suatu hubungan ada saat dimana kita harus menjauh sebentar satu sama lain?”. Sang teman lalu berkata kalau dia pernah menjadikan ini sebagai topik tulisannya. Ada 3 alasan untuk menjawab pertanyaan diatas yaitu karena jarak, waktu dan usia. Jarak misalnya, bisa menjadi penghalang untuk bertemunya dua sahabat. Entah itu antara anyer dan jakarta atau antara pulau sumatera dan sulawesi atau benua asia dan amerika. Lalu, tak ada waktu yang cocok untuk bertatap muka langsung dan mengobrol atau hanya sekedar bersua sejenak. Dan usia yang semakin hari semakin bertambah, hingga masalah hidup pun semakin menumpuk. Dan ini semua tak menutup kemungkinan, persahabatan yang telah dijalin sekian lama akan mengalami masa kritisnya. Saya sempat merenunginya sejenak. Mencoba mengenang kembali kejadian dengan sang kawan, yang saat ini aku sedang “bermasalah” dengannya. Sebenarnya, tak ada yang salah dengan pertemanan kami. Sama sekali tak ada yang salah, hingga ia tiba-tiba seperti menjauh. Menjauh dari semua yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan. Mungkinkah saya telah berbuat kesalahan yang tidak saya sengaja? Maaf…saya hanya manusia biasa. Saya mohon, bicaralah jika saya salah…
Ada satu alasan lain tentang pertanyaan diatas: mungkin karena saya terlalu dekat dengan dia, sang kawan. Apa harus kalau kita memang sangat dekat dengan kawan atau teman kita, lalu suatu saat kita harus menghadapi kenyataan bahwa dia akan menjauh dari kita. Atau hanya sebagian orang yang menghadapi itu?
Tapi apapun itu, saya sudah tak sanggup lagi menghadapi semuanya. Mungkin saya yang terlalu tolol karena tak bisa menghadapi dan mengatasi apa yang sudah terjadi ini. Saya telah temukan solusi untuk diri saya sendiri. Saya harus BERHENTI BERHARAP. Berhenti berharap akan semua harapan yang selama ini saya jaga. Berhenti berharap dari semuanya. Apapun itu, semua yang berhubungan dengannya. Saya dibilang Pengecut??? Hmmm…lebih pengecut lagi jika meninggalkan teman tanpa alasan.
August 28, 2008
Dan Koe Berhenti Berharap
August 27, 2008
P A S R A H
Nuraniku berkata
Aku amat mengaguminya
Sekedar kagum saja
Dan ini bukan cinta
Seperti yang orang-orang kata
Meski begitu,
Aku bahagia bila berada didekatnya
Namun, kadang emosi di hati ini tercipta
Karena aku begitu susah untuk mendekatinya
Padahal kasih sayang ini senantiasa ku sisipkan untuknya
Kasih sayang abadi nan jaya
Akhirnya aku menyerah sepenuhnya
Ku coba yakinkan jiwa raga
Jika ini hanyalah palsu belaka
Memang,
Terkadang keadaan tak sejalan dengan rasio kita
Ruang 107, 060508
August 22, 2008
Tugas Kelas Menulis Yang Tak Kunjung Selesai
Sudah dua minggu saya dan teman-teman (Isal, Mba, Debra dan Ain) tak menghadiri kelas menulis di Inninawa. Kelas menulis ini diadakan oleh Panyingkul! Dibawah bimbingan Kanda Aan Mansyur dan Kanda Nurhady. Awal mulanya kami layaknya dijebak untuk mengikuti kelas menulis ini. Aku dan teman-teman mengira kalau kami ini mewakili KOSMIK, himpunan anak Ilmu Komunikasi, untuk mengikuti kelas menulis tesebut. Tapi ternyata, ketika kami tengah dalam perjalanan menuju Inninawa, Debra memberi tahu kami kalau kami akan mewakili Liga Film. Oh..aku dan teman-teman sempat shock sesaat. Sebagian dari kami bukan anggota dari Liga Film Makassar (LFM).
Namun akhirnya, kami tetap mengikuti kelas menulis itu. Tak ada salahnya kan? Kami bisa menambah ilmu disana, juga bisa memperluas jaringan dengan penulis-penulis yang sudah punya jam terbang tinggi. Kelas menulis ini hanya diadakan satu bulan lamanya. Jika kami telah kehabisan pertanyaan untuk memperluas pengetahuan kami tentang menulis, maka kelas menulis ini akan selesai.
Tugas pertama yang diberikan adalah menceritakan tentang diri sendiri dengan jumlah 500 kata. Sebenarnya, cerita tentang diriku sendiri sudah terselesaikan sebelum tugas ini diberikan. Aku tinggal mengkopi di halaman blogku. Nah..kali ini tugas kedua dan ketiga tak kunjung selesai. Entah kenapa, dua hingga tiga minggu terakhir ini aku malas sekali menulis. Ide-ide yang sempat nyantol dikepala hilang semua. Alhasil, tugas-tugas itu masih setengah jadi. Tak ada semangat untuk melanjutkan kembali.
August 19, 2008
Untuk Mama TerCINTA
Mama ….
Adalah sosok manusia yang begitu mulia di bumi-Nya. Tak akan pernah ada makhluk Tuhan yang mengalahkan cintanya. Cinta yang mengalir tulus dan tanpa pamrih. Cinta yang akan selalu terpatri dihati dan akan tetap bersemi abadi. Hati siapa pun, termasuk hati kecil ini yang tengah menuangkan kekaguman yang begitu dalam kepadanya. Kupersembahkan rangkaian kata-kata ini untuk mama tercinta yang jauh disana. Akan kuseberangi lautan luas untuk menemuinya.
Suatu waktu aku punya khalayan. Dapat warisan pintu ajaib dari doraemon. Begitu bahagianya diri ini. Aku bisa kemana saja tanpa ada hambatan apapun. Juga ketika aku ingin bertemu sang mama. Tak perlu repot-repot menyebrangi lautan luas. Hanya sekali melangkah dan kedua tanganku sudah melingkar di pundak mama. Namun, sekali khalayan tetaplah khalayan. Walau angan sudah terbang setinggi langit, tapi tetap akan mendarat juga.
Dan akhirnya, aku harus kembali pada kenyataan. Dimana diri ini akan jarang melihat mama dan merasakan pelukan hangatnya. Meski begitu, aku tahu bahwa kasih sayangnya akan selalu tercurah lewat doa-doanya. Doa yang akan selalu mengalir deras dari bibir indahnya. Doa yang tak pernah bosan ia lantunkan untuk anak-anak tercintanya.
Mama adalah seseorang yang telah mengandung, melahirkan serta membesarkan aku hingga dewasa ini. Mengajarkanku tentang kehidupan, menasihatiku ketika berbuat kesalahan dan membimbingku ketika aku salah jalan. Mama adalah sahabat terbaikku. Curahan hatiku selalu tertuju padanya. Beliau adalah pendengar terbaikku, sekaligus pemberi solusi jitu atas keluhanku.
Tulisan ini adalah tugas yang tak terkumpulkan.
I Love U Mama… Forever!!!!
August 11, 2008
Terima Kasih… Dan Maaf
Terima kasih telah menjadi teman yang setia
Terima kasih telah berbagi segalanya
Terima kasih telah membantu wujudkan asa
Terima kasih telah membuat hari-hari penuh canda tawa
Terima kasih telah menjadi sahabat yang sebenarnya
Terima kasih telah menjadi ruang atas semua masalah
Terima kasih atas perhatian yang selalu sejukkan jiwa
Terima kasih atas dukungan yang begitu melimpah
Jutaan kata terima kasih untuk semua peristiwa mengagumkan yang kita lewati bersama
Maaf jika tak bisa menjadi teman yang semestinya
Maaf jika tak rela untuk membagi cinta
Maaf jika tak ingin untuk berbagi cerita
Maaf jika tindakan yang tercipta sisipkan rasa kecewa
Maaf jika tak dapat menjadi sahabat seutuhnya
Maaf jika tak dapat menjadi pendengar semua keluh kesah
Maaf jika tak dapat menjadi pemicu semangat ketika lengah
Maaf jika terjadi kesalahpahaman diantara kita
Jutaan kata maaf untuk segala kesalahan yang tidak disengaja
Rangkaian kata ini didedikasikan untuk semua teman, sahabat dan saudaraku yang senantiasa atau masih berusaha memahami diri ini. Terima kasih dan maaf atas semua yang telah dan akan terjadi. FIGHTING!!!!
Pdk Al-Khaer C.03
Pukul 1:06 am
AKU, SANG PEMIMPI!!!
Sepi kembali menjelajahi bumi
Kembali menelantarkan jiwa-jiwa sang pemimpi
Kembali memberi ruang imajinasi sang pemimpi
Akankah jiwa-jiwa itu terdampar dipulau bernama imajinasi?
Atau hanya sebagian jiwa yang menemukannya?
Aku adalah satu dari ribuan jiwa sang pemimpi
Tanpa aku harus mencari
Aku selalu menemukan pulau imajinasi
Bahkan ketika sepi belum merajai bumi
Aku adalah satu dari ribuan jiwa sang pemimpi
Pemimpi yang terlalu larut dalam buaian mimpi
Tak pernah terlintas untuk memenuhi
Dan akhirnya akan menjadi sekedar mimpi
Pdk Al-Khaer 060808
pukul 1:12 am
Direvisi di Pdk Al-Khaer 100808
pukul 10:35
August 8, 2008
The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor
Pemain : Brendan Fraser, Jet Li, Mario Bello, Luke Ford
Awalnya sempat kecewa waktu tau kalo Rachel Weisz (pemeran Evelyn di 2 film The Mummy sebelumnya) ga main di The Mummy:Tomb of The Dragon Emperor ini. Untungnya, kecewa itu tergantikan dengan alur cerita dan special effect yang mengagumkan sepanjang film ini diputar.
Petualangan melawan Mummy dimulai ketika Rick O’COnnel (Brendan Fraser) dan Istrinya Evelyn (Mario Bello) terjebak dalam sebuah museum di Shang Hai. Mereka datang ke Cina dengan tujuan mengembalikan sebuah artifak dari Inggris ke Cina. Artifak ini dipercaya dapat membangkitkan Kaisar Han yang sudah menjadi sebuah patung. Penggalian kubur Kaisar Han ini dilakukan oleh anak mereka Alex (Luke Ford) bersama tim arkeologinya. Di tengah dan akhir film, manusia salju atau Yeti akan hadir meramaikan petualangan O’Connel sekeluarga.
August 6, 2008
AKU BISA TANPAMU
Deburan ombak menghantam keras kenanganmu di bibir pantai
Memecahnya menjadi dua bagian
Menenggelamkan salah satunya hingga ke dasar lautan
Aku tak ingin meraih
Aku tak ingin mengikuti
Karena raga ini tak mampu melakoni
Kubiarkan setengah kenanganmu disana
Terkikis… Habis…
Lalu…
Desiran angin menghapus jejak kakimu di pasir pantai
Tak ada yang tersisa
Berbaur dengan jejak-jejak kaki lainnya
Aku berusaha acuh
Dan aku pun acuh
Meski mulanya ragu
Kutinggalkan jejak kakimu disana
Hingga angin membawanya terbang… Melayang…
Giliran otakku membunuh semua tentangmu
Merobek semua rasa yang hidup dihatiku
Dan merangkai kembali rasa baru
Memang tak semudah itu
Tapi aku punya banyak waktu
Untuk mencoba melakukan itu
Pdk Al-Khaer 060808
pukul 12:52
August 3, 2008
Cause Love isn’t For Me & You
Potongan lagu USHER-Separated
Then we wouldn’t have wings
If love was a sky
We’d be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn’t for me and you
If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we’re lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport
We’re not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn’t for me and you
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated


