Pagi ini dimulai dengan mencuci baju yang sudah menumpuk di sudut kamar. Dengan begitu bersemangat, saya melangkahkan kaki ke warung dekat pondokan untuk membeli sabun cuci. Sesampainya diwarung, saya tergoda dengan jajanan yang berjejer rapi di atas lemari kaca. Saya memutuskan untuk membelinya. Sarapan dipagi hari yang biasanya tak kulakukan.
Semangat ’ 45 sudah tertanam dalam jiwa waktu mengamati tumpukan pakaian-pakaianku. Saya menuju tempat mencuci dan memulainya.
Hampir setengah jam saya berkutat dengan cucian dan celana yang ternyata luntur. Setelahnya, saya bersiap untuk menemani ika meliput di KONI. Ada acara pelepasan kontingen ke BMP-EAGA di Brunei Darussalam.
Kami datang terlalu tepat waktu. Acara belum mulai. Katanya seh tunggu bapak Gubernur. Malangnya, baterai kameraku ternyata habis. Dan lebih malangnya lagi, saya tidak membawa charger-nya. Malangnya hari ini… tapi ini jadi pembelajaran buat saya ke depannya.
Kami mengikuti acara hingga selesai. Wawancara sana-sini dan kemudian pulang. Ditengah perjalanan, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Makan gado-gado.
Malamnya, saya dan Sari diundang untuk menghadiri acara di Hotel Sahid. Kami diundang oleh salah satu pementas dalam acara Munas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yaitu bapak M. Arsyad. Beliau adalah narasumber kami untuk berita feature.
Hanya sebentar kami disana. Dan kami diundang kembali untuk menghadiri pementasannya di salah satu pernikahan di kelurahan Paropo. Namun, ditengah perjalanan kami kehujanan. Terpaksa, kami berteduh di ayam goreng Baba. Cukup lama kami berteduh, sampai-sampai kami tak enak dengan karyawannya. Tapi, apa boleh buat.
Sekitar pukul 11, hujan mulai reda. Dan banjir dimana-mana. Kami terjebak dalam banjir. Menjengkelkan!!!! Akhirnya, Sari putuskan untuk melewati jalan-jalan besar saja. Kami akan menuju Paropo. Pasalnya, kami tak enak dengan si bapak.
Pukul 1, teater kondobuleng selesai dipentaskan. Dan kami pamit pulang.

Film ini adalah kisah seorang gadis bernama Kim Su Jin (diperankan oleh Son Ye Jin) yang depresi ketika ia ditinggal oleh sang kekasih. Meski begitu, ia masih mendapat dukungan penuh dari ibunya agar ia tetap menjalani hidup. Ditengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang calon arsitek bernama Choi CHul Soo (diperankan oleh Jeong woo Seong) dan akhirnya mereka saling jatuh cinta. Kehidupan setelah menikah menjadi kehidupan yang bahagia bagi mereka berdua. Namun, film ini dibumbui dengan pemeran utama wanita mengidap penyakit yang begitu parah yaitu alzheimer. Efek penyakit ini adalah si penderita akan mengalami hilang ingatan. Dan peristiwa yang belum lama atau baru saja terjadi pada dirinya akan dilupanya lebih dulu. Film ini betul-betul menyayat hati dan pas banget buat ditonton bareng-bareng.