Semua Tentang Kita

December 5, 2008

Catatan Harian 22nov

Filed under: Hari-hari Koe — Lilies @ 4:42 AM

Pagi ini dimulai dengan mencuci baju yang sudah menumpuk di sudut kamar. Dengan begitu bersemangat, saya melangkahkan kaki ke warung dekat pondokan untuk membeli sabun cuci. Sesampainya diwarung, saya tergoda dengan jajanan yang berjejer rapi di atas lemari kaca. Saya memutuskan untuk membelinya. Sarapan dipagi hari yang biasanya tak kulakukan.

Semangat ’ 45 sudah tertanam dalam jiwa waktu mengamati tumpukan pakaian-pakaianku. Saya menuju tempat mencuci dan memulainya.

Hampir setengah jam saya berkutat dengan cucian dan celana yang ternyata luntur. Setelahnya, saya bersiap untuk menemani ika meliput di KONI. Ada acara pelepasan kontingen ke BMP-EAGA di Brunei Darussalam.

Kami datang terlalu tepat waktu. Acara belum mulai. Katanya seh tunggu bapak Gubernur. Malangnya, baterai kameraku ternyata habis. Dan lebih malangnya lagi, saya tidak membawa charger-nya. Malangnya hari ini… tapi ini jadi pembelajaran buat saya ke depannya.

Kami mengikuti acara hingga selesai. Wawancara sana-sini dan kemudian pulang. Ditengah perjalanan, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Makan gado-gado.

Malamnya, saya dan Sari diundang untuk menghadiri acara di Hotel Sahid. Kami diundang oleh salah satu pementas dalam acara Munas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), yaitu bapak M. Arsyad. Beliau adalah narasumber kami untuk berita feature.

Hanya sebentar kami disana. Dan kami diundang kembali untuk menghadiri pementasannya di salah satu pernikahan di kelurahan Paropo. Namun, ditengah perjalanan kami kehujanan. Terpaksa, kami berteduh di ayam goreng Baba. Cukup lama kami berteduh, sampai-sampai kami tak enak dengan karyawannya. Tapi, apa boleh buat.

Sekitar pukul 11, hujan mulai reda. Dan banjir dimana-mana. Kami terjebak dalam banjir. Menjengkelkan!!!! Akhirnya, Sari putuskan untuk melewati jalan-jalan besar saja. Kami akan menuju Paropo. Pasalnya, kami tak enak dengan si bapak.

Pukul 1, teater kondobuleng selesai dipentaskan. Dan kami pamit pulang.

Antara Kesedihan dan Kebahagiaan

Filed under: Foto Narsiz — Lilies @ 4:29 AM

ngumpul

Merenung dalam kebahagiaan… ????? (^_^)

November 20, 2008

Catatan Harian 11nov

Filed under: Hari-hari Koe — Lilies @ 4:14 AM

Makassar, 11 November 2008

Hari ini saya memulai aktivitas dengan hunting foto di bandara Sultan Hasanuddin dan pasar daya bersama teman saya, Sari. Hunting foto ini cuma untuk coba-coba saja. Siapa tahu foto kami terpilih untuk dipamerkan di pameran foto ulang tahun KIFO yang ke-19 pada tanggal 18 hingga 20 November nanti. Kami memulai perjalanan pada pukul 6 pagi. Dengan bermodalkan sepeda motor milik Sari, kami segera meluncur ke bandara. Setibanya di sana, kami langsung mengeluarkan kamera dan segera mencari objek menarik di sekitar bandara. Ini adalah pertama kalinya saya menginjak bandara baru itu. Tak terasa kami sudah mengelilingi hampir setengah dari bandara. Dan tak terasa pula, jam sudah menunjukkan pukul 7. Kami memutuskan untuk segera beranjak dari bandara.

Tujuan selanjutnya adalah pasar daya. Hanya satu kata yang cocok untuk pasar itu yaitu BECEK. Kami berjuang memasuki pasar dengan melewati jalan sempit dan becek. Kaki saya sempat terperosok ke dalam lumpur. Dan seketika, kaki saya berubah menjadi coklat kehitam-hitaman. Hunting kami di sana tak berlangsung lama. Kami pulang dengan membawa hasil foto yang nggak tahu pantas atau tidak buat dipamerkan.

Mandi. Itu adalah hal pertama yang ingin saya lakukan ketika sampai di rumah. Hari ini saya dapat panggilan untuk ke kantor SINDO pukul 10. Akhirnya, kami diterima juga setelah menunggu kepastian yang cukup lama. Hari pertama ini, kami diberi arahan-arahan untuk ke depannya dan nasehat oleh bang Iccang. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari semua arahan dan nasehat itu. Bagaimana cara meliput yang baik dengan menggunakan fakta, data dan wawancara atau tentukanlah judul sebelum kita memulai untuk menulis. Semoga pelajaran yang diberi itu tak sesulit dengan praktek sebenarnya. Lalu, kami diberi tugas membuat catatan harian dan meliput kegiatan yang menarik dikampus.

Tak terasa hampir 2 jam kami berada di kantor SINDO. Tujuan berikutnya adalah kampus. Ada kuliah grafika dan penerbitan 25 menit lagi. Rasanya kita akan terlambat masuk soalnya jalanan macet di abdesir. Ternyata dugaan saya salah. Dosennya belum ada. Dan saya dan teman-teman memutuskan untuk makan siang dan shalat dzuhur dulu. Walhasil, saya masuk ke kelasnya terlambat. Pukul 14:30 kuliah selesai. Saya diminta oleh teman saya untuk meminta sumbangana seadanya ke teman-teman lainya. Sumbangan ini untuk membantu korban banjir di Palopo. Setelah puas meminta sumbangan, saya dan teman-teman bermain UNO. Permainan ini memang lagi digemari anak KOSMIK.

Waktunya pulang ke pondokan. Namun, ada ajakan makan dari seorang teman dirumahnya. Boleh lah diterima. Setelah itu, saya pulang ke pondokan dengan setumpuk pikiran akan pekerjaan yang saya lakukan kalau sudah tiba di kamar nanti. Sebelumnya, saya mampir ke warnet dea dulu. Buka email dan sedikit corat-coret akan pengalaman hari ini. Hampir satu jam di warnet dan rasa kantuk mulai menyerang. Saya pulang ke kamar dan segera menunaikan shalat isya lalu tertidur lelap disebelah tumpukan koran.

November 11, 2008

A Moment to Remember

Filed under: FiLmOvIes — Lilies @ 4:15 PM

Film ini adalah kisah seorang gadis bernama Kim Su Jin (diperankan oleh Son Ye Jin) yang depresi ketika ia ditinggal oleh sang kekasih. Meski begitu, ia masih mendapat dukungan penuh dari ibunya agar ia tetap menjalani hidup. Ditengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang calon arsitek bernama Choi CHul Soo (diperankan oleh Jeong woo Seong) dan akhirnya mereka saling jatuh cinta. Kehidupan setelah menikah menjadi kehidupan yang bahagia bagi mereka berdua. Namun, film ini dibumbui dengan pemeran utama wanita mengidap penyakit yang begitu parah yaitu alzheimer. Efek penyakit ini adalah si penderita akan mengalami hilang ingatan. Dan peristiwa yang belum lama atau baru saja  terjadi pada dirinya akan dilupanya lebih dulu. Film ini betul-betul menyayat hati dan pas banget buat ditonton bareng-bareng.

Selamat Menonton!!!!

October 31, 2008

Lamanya….

Filed under: Hari-hari Koe — Lilies @ 5:42 AM

Finally…bisa ngisi blog lagi. Sejak vakum beberapa bulan dan tak ada gairah buat nulis, akhirnya hari ini kepikiran buat ngisi kekosongan beberapa bulan yg lalu. Banyak cerita menarik dan menjengkelkan telah terjadi beberapa bulan terakhir ini. Ada juga kejadian menyedihkan yang menimpa diriku, namun dari kejadian itu aku dapat mengambil hikmahnya. Hmmmm..itu tak perlu diceritakan secara gamblang. (^_^)

Minggu ini memang minggu sibuk. Maklum, mahasiswi seperti saya ini lagi dihadapkan pada setumpuk ujian tengah semester ato yang lebih populer dikenal dengan MID. Fiuhhh….lumayan susah juga. Mungkin akibat kurang belajar dengan tekun. Semester 5 memang udah malas-malasnya kuliah, itu kata orang-orang yang sudah lebih dulu mengenyam bangku kuliah.

Apa lagi yah??? Again,,,again,,,and again,,, otakku mampet lagi buat jabarin apa yang mau ditulis. Hhhhh….lagi-lagi terhenti disini tulisanQ.

September 11, 2008

Untuknya Lagi…

Filed under: Sedikit Inspirasi — Lilies @ 5:52 AM

SEMANGAT ITU HILANG
KETIKA PEMBERI SEMANGAT ITU JUGA IKUT HILANG.

Kamu bukan siapa-siapa
Hanya sejenak melintas dalam kepala
Selalu dan selalu begitu
Tak ada yang peduli pada dirimu

Kamu menjadi “siapa-siapa”
Mengisi sebagian besar memori dikepala
Perlahan dan sangat terasa
Hingga meresap kedalam jiwa dan raga

Kamu menjadi seorang pemberi
Apapun itu… Kau beri..
Juga semangat didiri ini
Kau sungguh mengerti, kasih…

Kamu bukan “siapa-siapa” lagi
Rasanya tak mengenal dirimu lagi
Kau menjauh.. pergi…
Seakan kebersamaan itu tak pernah terjadi

Kau tetap seorang pemberi
Apapun itu… Kau beri…
Namun, tak lagi untuk semangat didiri ini
Kau terlalu jauh pergi, kasih…

Pdk AL-Khaer
pukul 12:12

August 28, 2008

Dan Koe Berhenti Berharap

Filed under: Hari-hari Koe — Lilies @ 4:31 AM

Kemarin, saya sempat mengobrol dengan seorang teman. Teman yang sudah saya kenal (baik) dalam dua tahun terakhir ini. Ia mencurahkan sedikit kegundahan yang dialaminya. Mungkin ia punya sedikit rasa kepercayaan kepada saya, hingga ia mau berbagi dengan saya. Namun inti dari semua ini bukanlah tentang seorang teman tadi. Biarkanlah saya dan memori diotak saya menyimpannya dalam2 tentang apa yang dilanda seorang teman saya itu.
Diakhir pembicaraan, saya sempat bergumam “mengapa dalam suatu hubungan ada saat dimana kita harus menjauh sebentar satu sama lain?”. Sang teman lalu berkata kalau dia pernah menjadikan ini sebagai topik tulisannya. Ada 3 alasan untuk menjawab pertanyaan diatas yaitu karena jarak, waktu dan usia. Jarak misalnya, bisa menjadi penghalang untuk bertemunya dua sahabat. Entah itu antara anyer dan jakarta atau antara pulau sumatera dan sulawesi atau benua asia dan amerika. Lalu, tak ada waktu yang cocok untuk bertatap muka langsung dan mengobrol atau hanya sekedar bersua sejenak. Dan usia yang semakin hari semakin bertambah, hingga masalah hidup pun semakin menumpuk. Dan ini semua tak menutup kemungkinan, persahabatan yang telah dijalin sekian lama akan mengalami masa kritisnya. Saya sempat merenunginya sejenak. Mencoba mengenang kembali kejadian dengan sang kawan, yang saat ini aku sedang “bermasalah” dengannya. Sebenarnya, tak ada yang salah dengan pertemanan kami. Sama sekali tak ada yang salah, hingga ia tiba-tiba seperti menjauh. Menjauh dari semua yang berhubungan dengan apa yang saya lakukan. Mungkinkah saya telah berbuat kesalahan yang tidak saya sengaja? Maaf…saya hanya manusia biasa. Saya mohon, bicaralah jika saya salah…
Ada satu alasan lain tentang pertanyaan diatas: mungkin karena saya terlalu dekat dengan dia, sang kawan. Apa harus kalau kita memang sangat dekat dengan kawan atau teman kita, lalu suatu saat kita harus menghadapi kenyataan bahwa dia akan menjauh dari kita. Atau hanya sebagian orang yang menghadapi itu?
Tapi apapun itu, saya sudah tak sanggup lagi menghadapi semuanya. Mungkin saya yang terlalu tolol karena tak bisa menghadapi dan mengatasi apa yang sudah terjadi ini. Saya telah temukan solusi untuk diri saya sendiri. Saya harus BERHENTI BERHARAP. Berhenti berharap akan semua harapan yang selama ini saya jaga. Berhenti berharap dari semuanya. Apapun itu, semua yang berhubungan dengannya. Saya dibilang Pengecut??? Hmmm…lebih pengecut lagi jika meninggalkan teman tanpa alasan.

August 27, 2008

P A S R A H

Filed under: Sedikit Inspirasi — Lilies @ 4:16 AM
sungguh...

sungguh...

Nuraniku berkata
Aku amat mengaguminya
Sekedar kagum saja
Dan ini bukan cinta
Seperti yang orang-orang kata

Meski begitu,
Aku bahagia bila berada didekatnya
Namun, kadang emosi di hati ini tercipta
Karena aku begitu susah untuk mendekatinya
Padahal kasih sayang ini senantiasa ku sisipkan untuknya
Kasih sayang abadi nan jaya

Akhirnya aku menyerah sepenuhnya
Ku coba yakinkan jiwa raga
Jika ini hanyalah palsu belaka
Memang,
Terkadang keadaan tak sejalan dengan rasio kita

Ruang 107, 060508

August 22, 2008

Tugas Kelas Menulis Yang Tak Kunjung Selesai

Filed under: Hari-hari Koe — Lilies @ 5:25 AM

Sudah dua minggu saya dan teman-teman (Isal, Mba, Debra dan Ain) tak menghadiri kelas menulis di Inninawa. Kelas menulis ini diadakan oleh Panyingkul! Dibawah bimbingan Kanda Aan Mansyur dan Kanda Nurhady. Awal mulanya kami layaknya dijebak untuk mengikuti kelas menulis ini. Aku dan teman-teman mengira kalau kami ini mewakili KOSMIK, himpunan anak Ilmu Komunikasi, untuk mengikuti kelas menulis tesebut. Tapi ternyata, ketika kami tengah dalam perjalanan menuju Inninawa, Debra memberi tahu kami kalau kami akan mewakili Liga Film. Oh..aku dan teman-teman sempat shock sesaat. Sebagian dari kami bukan anggota dari Liga Film Makassar (LFM).

Namun akhirnya, kami tetap mengikuti kelas menulis itu. Tak ada salahnya kan? Kami bisa menambah ilmu disana, juga bisa memperluas jaringan dengan penulis-penulis yang sudah punya jam terbang tinggi. Kelas menulis ini hanya diadakan satu bulan lamanya. Jika kami telah kehabisan pertanyaan untuk memperluas pengetahuan kami tentang menulis, maka kelas menulis ini akan selesai.

Tugas pertama yang diberikan adalah menceritakan tentang diri sendiri dengan jumlah 500 kata. Sebenarnya, cerita tentang diriku sendiri sudah terselesaikan sebelum tugas ini diberikan. Aku tinggal mengkopi di halaman blogku. Nah..kali ini tugas kedua dan ketiga tak kunjung selesai. Entah kenapa, dua hingga tiga minggu terakhir ini aku malas sekali menulis. Ide-ide yang sempat nyantol dikepala hilang semua. Alhasil, tugas-tugas itu masih setengah jadi. Tak ada semangat untuk melanjutkan kembali.

August 19, 2008

Untuk Mama TerCINTA

Filed under: Sedikit Inspirasi — Lilies @ 2:42 AM

Mama ….

Adalah sosok manusia yang begitu mulia di bumi-Nya. Tak akan pernah ada makhluk Tuhan yang mengalahkan cintanya. Cinta yang mengalir tulus dan tanpa pamrih. Cinta yang akan selalu terpatri dihati dan akan tetap bersemi abadi. Hati siapa pun, termasuk hati kecil ini yang tengah menuangkan kekaguman yang begitu dalam kepadanya. Kupersembahkan rangkaian kata-kata ini untuk mama tercinta yang jauh disana. Akan kuseberangi lautan luas untuk menemuinya.

Suatu waktu aku punya khalayan. Dapat warisan pintu ajaib dari doraemon. Begitu bahagianya diri ini. Aku bisa kemana saja tanpa ada hambatan apapun. Juga ketika aku ingin bertemu sang mama. Tak perlu repot-repot menyebrangi lautan luas. Hanya sekali melangkah dan kedua tanganku sudah melingkar di pundak mama. Namun, sekali khalayan tetaplah khalayan. Walau angan sudah terbang setinggi langit, tapi tetap akan mendarat juga.

Dan akhirnya, aku harus kembali pada kenyataan. Dimana diri ini akan jarang melihat mama dan merasakan pelukan hangatnya. Meski begitu, aku tahu bahwa kasih sayangnya akan selalu tercurah lewat doa-doanya. Doa yang akan selalu mengalir deras dari bibir indahnya. Doa yang tak pernah bosan ia lantunkan untuk anak-anak tercintanya.

Mama adalah seseorang yang telah mengandung, melahirkan serta membesarkan aku hingga dewasa ini. Mengajarkanku tentang kehidupan, menasihatiku ketika berbuat kesalahan dan membimbingku ketika aku salah jalan. Mama adalah sahabat terbaikku. Curahan hatiku selalu tertuju padanya. Beliau adalah pendengar terbaikku, sekaligus pemberi solusi jitu atas keluhanku.

Tulisan ini adalah tugas yang tak terkumpulkan.

I Love U Mama… Forever!!!!

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.